Kamis, 12 Maret 2015

Design Kabel Serat Optik

kabel serat optik adalah kabel yang mengandung satu atau lebih serat optik. Unsur-unsur serat optik biasanya individual dilapisi dengan lapisan plastik dan yang terkandung dalam tabung pelindung yang sesuai untuk lingkungan di mana kabel akan diturunkan.
Serat optik terdiri dari inti dan lapisan cladding, dipilih untuk refleksi internal total karena perbedaan dalam indeks bias antara keduanya. Dalam serat yang praktis, cladding biasanya dilapisi dengan lapisan polimer akrilat atau Polimida. Lapisan ini melindungi serat dari kerusakan tetapi tidak memberikan kontribusi Waveguide sifat optik. Individu serat dilapisi (atau serat dibentuk menjadi pita atau bundel) kemudian memiliki resin lapisan penyangga yang sulit dan / atau tabung inti diekstrusi sekitar mereka untuk membentuk inti kabel. Beberapa lapis selubung pelindung, tergantung pada aplikasi, ditambahkan untuk membentuk kabel. Majelis serat kaku kadang-kadang menempatkan menyerap cahaya ("gelap") kaca antara serat, untuk mencegah cahaya yang bocor dari satu serat masuk lain. Hal ini akan mengurangi cross-talk antara serat, atau mengurangi flare dalam aplikasi pencitraan bundel serat. Untuk aplikasi indoor, serat berjaket umumnya tertutup, dengan seikat anggota kekuatan polimer fleksibel berserat seperti aramid (misalnya Twaron atau Kevlar), dalam sampul plastik ringan untuk membentuk kabel sederhana. Setiap ujung kabel dapat diakhiri dengan konektor serat optik khusus untuk memungkinkan untuk dengan mudah terhubung dan terputus dari transmisi dan menerima peralatan.
Untuk digunakan dalam lingkungan yang lebih berat , konstruksi jauh lebih kuat kabel diperlukan . Dalam konstruksi longgar - tabung serat diletakkan spiral ke dalam tabung semi- kaku , memungkinkan kabel untuk meregangkan tanpa peregangan serat itu sendiri . Ini melindungi serat dari ketegangan selama peletakan dan karena perubahan suhu . Serat longgar - tabung mungkin " blok kering" atau gel - diisi . Blok Dry menawarkan perlindungan kurang serat daripada diisi gel , tetapi biaya lebih sedikit . Alih-alih tabung longgar , serat dapat tertanam dalam jaket polimer berat , biasa disebut " penyangga ketat " konstruksi. Kabel penyangga ketat yang ditawarkan untuk berbagai aplikasi , tetapi dua yang paling umum adalah " Breakout " dan " Distribusi " . Kabel Breakout biasanya berisi tali pembuka parasut , dua dielektrik non - konduktif memperkuat anggota ( biasanya kaca batang epoxy ) , sebuah benang aramid , dan 3 mm penyangga tabung dengan lapisan tambahan Kevlar sekitarnya setiap serat . Tali pembuka parasut adalah kabel paralel benang kuat yang terletak di bawah jaket  dari kabel untuk menghilangkan jacket .  kabel Distribusi memiliki pembungkus keseluruhan Kevlar , tali pembuka parasut , dan lapisan penyangga 900 mikrometer sekitarnya setiap serat . Unit serat ini biasanya dibundel dengan anggota kekuatan baja tambahan , lagi dengan twist heliks untuk memungkinkan peregangan .
Sebuah perhatian penting di outdoor kabel adalah untuk melindungi serat dari kontaminasi oleh air. Hal ini dilakukan dengan menggunakan hambatan padat seperti tabung tembaga, dan menolak air jelly atau bubuk menyerap air sekitar serat. Akhirnya, kabel dapat lapis baja untuk melindunginya dari bahaya lingkungan, seperti pekerjaan konstruksi atau menggerogoti hewan. Kabel bawah laut yang lebih berat lapis baja di bagian dekat pantai mereka untuk melindungi mereka dari jangkar kapal, alat tangkap, dan bahkan hiu, yang dapat tertarik ke daya listrik yang dibawa ke power amplifier atau repeater dalam kabel. Kabel modern datang dengan berbagai sheathings dan baju besi, yang dirancang untuk aplikasi seperti penguburan langsung dalam parit, penggunaan ganda sebagai saluran listrik, instalasi saluran, memukul ke tiang udara telepon, instalasi kapal selam, dan penyisipan di jalan-jalan beraspal.

sumber: wikipedia.

Penemu Serat Optik dapat Nobel Fisika 2009

Tidak ada hal yang dapat menyimbolkan zaman informasi secara lebih baik daripada internet dan kamera digital (yang penyebarannya didukung oleh kabel serat optik dan CCD, yang merupakan karya Nobel Fisika 2009). (Robert Kirby-Harris, Kepala Institut Fisika Inggris, Reuters, 6/10/2009)
Oktober memang bulan Hadiah Nobel. Seperti telah kita ikuti beritanya, Hadiah Nobel untuk Kedokteran, Fisika, Kimia, Sastra, dan Perdamaian telah diumumkan pekan silam dan terakhir, Senin kemarin, Nobel Ekonomi. Kali ini, ulasan difokuskan untuk menyoroti Nobel Fisika dalam kaitannya dengan bidang yang kini tumbuh sangat mengesankan, yakni komunikasi.
 
Seperti kita baca, separuh dari hadiah yang besarnya 1,4 juta dollar AS diberikan kepada Charles K Kao dan separuh lainnya dibagi untuk dua peneliti dari Bell Labs, yakni Willard S Boyle dan George S Smith. Kao diberi penghargaan karena dinilai berjasa mengungkap rahasia bagaimana melewatkan cahaya ke jarak jauh melalui kabel serat optik. Penemuan ini ia buat pada pertengahan tahun 1960-an. Sementara Boyle dan Smith untuk jasanya menemukan sensor semikonduktor yang dikenal dengan sebutan charge- coupled device (CCD). Dewasa ini CCD ada dalam jutaan kamera digital.
Sekjen Akademi Nobel Gunnar Oquist ketika mengumumkan pemenang mengatakan, karya ilmiah yang mendapat penghargaan tahun ini telah “meletakkan fondasi bagi masyarakat informasi modern” dewasa ini.

Serat optik
Kabel serat optik dan laser yang mampu mengirim pulsa cahaya sebenarnya sudah ada ketika Dr Kao mulai meriset serat optik. Namun, pada waktu itu, denyut cahaya hanya bisa berjalan sekitar 20 meter melalui serat kaca sebelum 99 persen cahaya meredup. Kao bertekad untuk merentang jarak jangkau 20 meter tersebut menjadi 1 kilometer (New York Times, 6/10). Waktu itu banyak peneliti yang mengira bahwa ada banyak cacat pada serat gelas, seperti lubang atau retakan, yang membuat cahaya menyebar. Bulan Januari 1966, Kao yang saat itu bekerja di Standard Telecommunication Laboratories, Inggris, memaparkan penemuannya. Ia mengungkapkan bahwa yang salah bukan pembuatan serat, tetapi bahan baku serat tersebut, yakni kaca, yang tidak cukup murni. Kaca yang lebih murni, terbuat dari kuarsa yang dilebur, akan lebih transparan sehingga cahaya akan bisa lewat dengan lebih mudah. Apa yang dikatakan Kao dapat dibuktikan ketika pada tahun 1970 peneliti di Corning Glass Works bisa membuat serat optik ultramurni yang panjangnya lebih dari setengah mil, atau hampir 1 kilometer.

Jagat informasi
Dr Kao sendiri, yang kemudian bekerja di Chinese University, Hongkong, ketika mengomentari penghargaan yang diberikan kepadanya mengatakan itu sungguh amat tidak terduga.
“Serat optik telah mengubah jagat informasi demikian banyak dalam 40 tahun terakhir. Pasti hal itu disebabkan oleh jaringan serat optik yang memungkinkan berita bisa melaju dengan cepat,” kata Kao.
Menurut Akademi Nobel Swedia, jaringan kabel optik yang digunakan sekarang ini, bila diurai, akan memiliki panjang lebih dari 600 juta mil, atau hampir 1 miliar kilometer.
Ya, jagat informasi, dan kemudian zaman informasi, dengan kokoh dibangun oleh penemuan serat optik. Namun, menurut Robert Kirby-Harris, Kepala Institut Fisika Inggris, tidak ada hal yang dapat menyimbolkan zaman informasi secara lebih baik daripada internet dan kamera digital, di mana untuk yang terakhir ini komponen pentingnya berupa CCD ditemukan oleh Dr Boyle dan Dr Smith (Reuters, 6/10). Teknologi CCD yang semula diarahkan untuk pembuatan telepon bergambar ini kemudian ditinggalkan oleh kedua penelitinya, yang tertarik kepada riset lain. Namun, CCD sendiri selanjutnya dimanfaatkan secara luas di berbagai penjuru dunia. Sekadar catatan, pada sebuah kamera dengan daya resolusi 10 megapiksel terdapat 10 juta CCD.
Selain digunakan pada kamera biasa, CCD juga digunakan pada teleskop angkasa Hubble, yang menghasilkan panorama alam semesta, dan juga pada wahana pendarat Mars NASA yang menghasilkan foto-foto eksotik daratan planet merah ini. Kini, dari kilobita ke gigabita, dan berikutnya ke petabita dan exabita, informasi mengalir dengan lancar, lalu dalam wujud visual, bak muncul begitu saja, tambah Kirby-Harris. Semua itu tidak lain karena adanya serat kaca yang memfasilitasi komunikasi pita lebar global seperti internet, tambah Komite Nobel. “Teks, musik, foto, dan video dapat ditransfer ke penjuru dunia dalam sepersekian detik,” kata Komite. 

Biografi Singkat sang pemenang nobel:

Charles K. Kao (Cina dan Inggris)
Charles Kuon Kao lahir di Shanghai (Cina) pada tahun 1933 dan meraih gelar Ph.D di bidang Teknik Elektro tahun 1965 dari Imperial College, London. Kao memiliki kewarganegaraan Cina, Amerika Serikat, dan Inggris. Kao pernah menjabat sebagai direktur Engineering of Standard Telecommunication Laboratories, Harlow, Inggris Raya dan wakil kanselir Chinese University of Hongkong. Kao pensiun sejak tahun 1996 dan menetap di Happy Valley, Hongkong (Cina).
Williard S. Boyle (Amerika Serikat)
Williard Sterling Boyle lahir di Amherst (Nova Scotia, Kanada) pada tahun 1924 dan meraih Ph.D di bidang Fisika pada tahun 1950 dari Universitas McGill, Kanada. Kao memiliki kewarganegaraan Kanada dan Amerika Serikat. Kao pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Communication Sciences Division, Bell Laboratories, Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Boyle pensiun sejak tahun 1979 dan menetap di Wallace, Nova Scotia, Kanada
George S. Smith (Amerika Serikat)
George Elwood Smith lahir di White Plains (New York, Amerika Serikat) pada tahun 1930 dan meraih Ph.D di bidang Fisika pada tahun 1959 dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Smith pernah menjabat kepala VLSI Device Departement, Bell Laboratories, Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Smith pensiun sejak 1986 dan menetap di Bernegat, New Jersey, Amerika Serikat

sumber: http://rudi.staff.uns.ac.id/2009/10/16/penemu-serat-optik-dapat-nobel-fisika-2009-kapan-nyusul/

Mengubah Laser inframerah menjadi sumber radiasi sinar-X

sinar laser memiliki karakteristik tertentu, 
Menjajaki struktur dalam atom, molekul, dan zat padat memerlukan peran sinar-X. Energi dan panjang gelombang cahaya sinar-X sangat sesuai untuk mengamati sifat spin elektronik, rincian kimia, dan interaksi, di mana tidak ada jenis cahaya lain dapat mencapainya. Untuk alasan ini, ada banyak kepentingan dalam mengembangkan laser sinar-X (X-ray laser). Sementara kita telah berhasil mengubah beberapa akselerator partikel menjadi laser elektron bebas X-ray (free electron X-ray laser), perangkat laser sinar-x portabel akan membuat pencitraan canggih jauh lebih mudah didekati.
Sekarang, para peneliti telah mengembangkan perangkat yang berawal dari laser inframerah dan mengubahnya menjadi sinar dengan intensitas foton lebih tinggi. Perangkat baru ini tidak sama dengan laser, dimana memancarkan seluruh spektrum yang luas dari panjang gelombang. Namun, cahaya yang dihasilkan adalah koheren, dan yang paling penting, ia meluas menjadi sinar-X tanpa memerlukan akselerator partikel.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan oleh majalah Science edisi Mei 2012 yang ditulis oleh Tenio Popmintchev dkk. Dalam makalah itu pulsa pendek dari laser inframerah diarahkan ke atom gas yang berada dalam tekanan tinggi. Interaksi yang kompleks antara foton inframerah dan elektron dalam atom-atom yang menghasilkan spektrum yang luas dari cahaya, mulai dari ultraviolet hingga sinar-X. Cahaya yang dipancarkan adalah koheren, yang berarti foton merambat bersama-sama secara berkorelasi, dalam bentuk pulsa sangat singkat dari cahaya dengan intensitas tinggi.
Para peneliti menggunakan teknik dikenal sebagai pembangkitan harmonik tingkat tinggi (High-Harmonic Generation/HHG). Kondisi ini serupa dengan cicitan nyaring dari dawai dalam sebuah alat musik yang terkadang menyertai nada yang lebih rendah. Perbedaannya adalah bahwa sementara alat musik dapat menghasilkan lusinan nada harmonik, HHG oleh tekanan gas dapat membuat ribuan harmonik, dan “nada” adalah frekuensi cahaya. Bahkan, frekuensi begitu banyak dibuat dalam percobaan ini bahwa mereka muncul menjadi kontinum bukan “nada” individual yang tajam. Dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai sebuah supercontinuum.
HHG adalah reaksi umum dari atom saat terkena sinar laser ultracepat (ultrafast laser). Sementara cahaya inframerah tidak cukup energik untuk mengionisasi atom, medan listrik yang terkait dengan pulsa pendek cahaya memicu elektron bolak-balik. Saat elektron tenang, foton baru dipancarkan. Selain itu, elektron berinteraksi langsung dengan aspek gelombang dari cahaya, sesuatu yang dikenal sebagai gerak bergetar (quiver motion).
Untuk membuat sinar-X cahaya dengan memanfaatkan HHG, para peneliti menggunakan pulsa dalam satuan femtosecond (10 pangkat minus 15 detik) dari laser inframerah, diarahkan ke sebuah wadah gas (helium, neon, argon, atau nitrogen). Wadah sendiri adalah Waveguide, ruang dengan bentuk, dimensi, dan sifat listrik yang membentuk perilaku dari gelombang cahaya. Geometri Waveguide dan tekanan tinggi dalam gas bersama-sama menimbulkan HHG itu. Dalam hal ini, para peneliti menemukan tekanan yang optimal helium sekitar 35 atm; di atas itu, interaksi atom-atom interaksi memutus koherensi dari cahaya sinar-X yang dipancarkan.
Dalam makalah di majalah Science ini, para penulis menunjukkan bahwa cahaya sinar-X yang dihasilkan ini sebenarnya koheren. Mereka juga sekaligus menyoroti bagaimana temuan fisika skala waktu pendek ini bisa diwujudkan dalam praktik. Mereka juga membahas kesulitan membandingkan hasil eksperimen mereka untuk beberapa aspek dari model teoritis untuk perilaku semacam ini. mereka juga berharap perangkat keras mereka bekerja akan meningkatkan model yang ada, karena ini adalah langkah kunci untuk membangun laser sinar-x yang bahkan lebih energik.

sumber: 
arstechnica.com
aktifisika.wordpress.com
altered-states.net

Gelombang Elektromagnetik

Saat ini hampir semua orang memiliki peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dengan nyaman diletakkan di dalam saku, namun dianggap memiliki fungsi yang sangat besar terutama untuk berkomunikasi. Ya, benda itu adalah sebuah ponsel (telepon seluler). Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain seperti mengirim dan menerima pesan singkat (sms), mendengarkan musik, atau mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan?
Konsep yang bisa menjelaskan fenomena ini adalah konsep gelombang elektromagnetik. Dan, konsep gelombang elektromagnetik ternyata sangat luas tidak hanya berkaitan dengan TV atau ponsel saja, melainkan banyak aplikasi lain yang bisa sering kita temukan sehari-hari di sekitar kita. Aplikasi tersebut meliputi microwave, radio, radar, atau sinar-x.
Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa ada dua hukum dasar yang menghubungkan gejala kelistrikan dan kemagnetan.
Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Michael Faraday
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
James Clerk Maxwell
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam ruang.
Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari Maxwell yang dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam kelistrikan dan kemagnetan, sebagaimana telah dibahas di atas. Kenyataan ini menjadikan J C Maxwell dianggap sebagai penemu dan perumus dasar-dasar gelombang elektromagnetik.
Teori Maxwell tentang listrik dan magnet meramalkan adanya gelombang elektromgnetik

Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata benar-benar terbukti. Adalah Heinrich Hertz yang membuktikan adanya gelombang elektromagnetik melalui eksperimennya. Eksperimen Hertz sendiri berupa pembangkitan gelombang elektromagnetik dari sebuah dipol listrik (dua kutub bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif dan negatif yang berdekatan) sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai penerima. Antena pemancar dan penerima yang ada saat ini menggunakan prinsip seperti ini.
Melalui eksperimennya ini Hertz berhasil membangkitkan gelombang elektromagnetik dan terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini berhasil membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan teoritis dari Maxwell, benar-benar ada sekaligus mengukuhkan teori Maxwell tentang gelombang elektromagnetik.

diagram skematik eksperimen Hertz
Ciri-ciri gelombang elektromagnetik :
Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut:
1.    Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.
2.    Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang.
3.    Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
4.    Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami peristiwa polarisasi karena termasuk gelombang transversal.
5.    Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnetik medium yang ditempuhnya.
SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.

Contoh spektrum elektromagnetik
1.      Gelombang radio
Gelombang radio merupakan gelombang yang memiliki frekwensi paling kecil atau panjang gelombangnya paling panjang. Gelombang radio berada dalam rentang frekwensi yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz. Gelombang radio ini banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi, siaran TV, radio, dan jaringan seluler menggunakan gelombang radio ini pula. Sistem telekomunikasi menggunakan gelombang radio ini sebagai pembawa sinyal informasi yang pada dasarnya terdiri dari antenna pemancar dan antena penerima.


2.      Gelombang Mikro
Gelombang mikro adalah gelombang radio dengan frekwensi paling tinggi yaitu diatas  3Ghz, jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Maka gelombang mikro ini dapat dimanfaatkan dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis. Gelombang mikro juga dapat dimanfaatkan pada pesawat RADAR (radio detection and ranging), berarti RADAR mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro.

3.      Sinar inframerah
Sinar infra merah meliputi daerah frekwensi 1011Hz sampai 1014Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. sinar infra merah ini dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda dipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar infra merah. Contoh pemanfaatan dari inframerah:

4.      Cahaya tampak
Cahaya Tampak merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia.cahaya tampak ini dapat membantu penglihatan mata kita. Dengan adanya sinar tampak, mata kita dapat melihat benda-benda di sekeliling kita dan dapat dibedakan macam-macam warnanya.

5.      Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekwensi dalam daerah 1015Hz sampai 1016Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-8m - 10-7m, gelombang ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listirk. Sinar ultraviolet dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme, membantu pertumbuhan tubuh manusia, dan juga dapat digunakan untuk mengetahui unsur-unsur dalam suatu bahan dengan teknik spektroskopi,dan digunakkan seterilisator untuk alat-alat kesehatan dan seterilisasi ruangan operasi.
6.      Sinar x
Sinar X memiliki panjang gelombang berkisar antara 1011 m sampai 108 m, sinar ini memiliki daya tembus yang cukup kuat yang dapat menembus buku tebal, kayu tebal, bahkan plat logam. Sinar X ini memiliki beberapa sifat antara lain;
a)      Merambat lurus
b)      Dapat menghtamkan pelat film
c)      Dapat mengionkan gas karena memiliki energy tinggi
d)     Dapat menembus logam tipis
e)      Tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet
f)       Dipancarkan ketika sinar katoda menumbuk logam
g)      Dapat mengeluarkan elektron-elektron foto dari permukaan logam yang ditumbukkan
Sinar-X disebut juga sinar rontgen. Dalam bidang kedokteran sinar ini digunakan untuk memotret bagian tulang yang patah, batu ginjal, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya. Dalam bidang industri digunakan untuk menemukan cacat las dan bungkus logam. Dalam bidang seni digunakan untuk melihat bagian dalam patung yang tidak terlihat dari luar. Pada bidang sains fisika dapat digunakan untuk mempelajari pola-pola difraksi pada struktur atom suatu bahan sehingga dapat digunakan untuk menentukan struktur bahan tersebut.

7.      Sinar gamma
Sinar gamma memiliki panjang gelombang 1010 m sampai 1013 m. sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekwensi terbesar dan bentuk radioaktif yang dikeluarkan inti-inti atom tertentu. Gelombang ini memiliki energy yang besar yang dapat menembus logam dan beton. Sinar gamma sangat berbahaya untuk manusia karena dapat membunuh sel hidup terutama sinar gamma dengan tingkat energy yang tinggi  yang dilepaskan oleh reaksi nuklir seperti ledakan bom nuklir. Gruond Penertrating Radar merupakan metode geofisika dengan teknik elektromagnetik untuk mendeteksi objek yang terkubur didalam tanh dan mengevaluasi kedalam objek tersebut.

Sumber:

Transfer Data Super Cepat Lewat Laser

110524blaser.jpg 
Liputan6.com, Karlsruhe: Para peneliti mencatat rekor baru transfer data menggunakan laser dengan kecepatan 26 terabit per detik. Dengan kecepatan seperti itu, seluruh koleksi perpustakaan Kongres Amerika Serikat dapat dikirim dengan serat optik dalam waktu 10 detik. Cara yang digunakan adalah dengan apa yang disebut transformasi cepat Fourier (fast Fourier transform) untuk mendata lebih dari 300 warna cahaya yang berbeda dalam sinar lasesr, yang masing-masing membawa informasi tersendiri. Berbagai upaya untuk meningkatkan kecepatan melakukan transfer data memang meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini dengan menggunakan teknologi komunikasi berbasis cahaya. Teknologi sebelumnya dengan menggunakan serat optik mencatat data sebagai wiggles dengan menggunakan satu warna cahaya yang mengirimkan serat optik.
Pendekatan baru kemudian dilakukan menggunakan sejumlah cara lain untuk meningkatkan kecepatan pengiriman data. Sejumlah langkah itu termasuk apa yang disebut penggunaan frekuensi orthogonal (orthogonal frequency division multiplexing). Cara ini menggunakan sejumlah data yang berbeda dengan warna cahaya berbeda, dan semuanya dikirim melalui serat optik secara bersamaan. Pihak yang menerima menggunakan perangkat laser untuk menangkap sinyal cahaya ini. Wolfgang Freude, peneliti bersama transfer data dari Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman, mengatakan uji coba dengan kecepatan lebih tinggi juga telah mereka lakukan. "Eksperimen dengan 100 terabit per detik telah dilakukan," kata Freude kepada BBC.
"Masalahnya adalah pengiriman data ini memerlukan tidak hanya satu laser namun 370 laser, dan itu sangat mahal. Jadi dapat Anda bayangkan, 370 laser memerlukan beberapa kilowat listrik," tambahnya. Karena alasan itu, Profeser Freude dan koleganya meneliti bagaimana mengirim data dengan hanya menggunakan satu laser.
Tahun lalu, Profesor Freude menunjukkan langkah mentransfer data dengan kecepatan 10 terabit per detik. Freude mengakui cara yang dilakukan saat ini lebih rumit namun ia yakin langkah ini dapat digunakan karena permintaan untuk pengiriman data secara cepat memicu berbagai inovasi.

sumber : http://tekno.liputan6.com/read/335920/transfer-data-super-cepat-lewat-laser

Pasang Internet 10 Gbps gunakan Serat Optik

Pasang Internet 10 Gbps, Telkom Targetkan 20 Juta Home Pass  

Liputan6.com, Jakarta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus meningkatkan akses broadband di semua wilayah Nusantara. Salah satu program yang tengah berjalan adalah pembangunan infrastruktur jaringan broadband untuk menyediakan akses internet broadband berkecepatan tinggi ke jutaan rumah di berbagai pelosok Indonesia. Dalam hal ini Telkom menargetkan pemasangan 20 juta home pass atau jaringan kabel fiber optic yang harus selesai di tahun 2015. Untuk mempercepat proses pemasangan, Telkom telah menunjuk anak perusahaannya yaitu Telkom Akses untuk menggenjot pembangunan.
"Saat ini Telkom Akses telah merampungkan sekitar 8 juta home pass. Sisanya yaitu 12 juta home pass akan kami kejar dan kami targetkan selesai di penghujung tahun 2015," kata Muhammad Awaluddin selaku Direktur Enterprise & Business Services Telkom yang kami temui di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Awaluddin menyebut bahwa proyek ini sebenarnya adalah proses peremajaan untuk mengganti kabel tembaga dengan serat optik guna memperluas infrastruktur broadband ke jutaan pelanggan sebagai bagian dari TITO (Trade In Trade Off) Access Modernization Project. Pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) ini bertujuan menyebarkan kabel serat optik yang bisa dinikmati konsumen rumah tangga untuk mengakses internet kecepatan tinggi. Dalam hal ini Telkom Akses telah menjalin kerjasama dengan Fiberhome Technologies Indonesia, PT Abhimata Citra Abadi dan Alcatel-Lucent untuk pengadaan dan pemasangan 10 Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON). Jika sambungan home pass ini selesai, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses internet broadband berkecepatan tinggi hingga 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream - meningkat dua kali lipat dari teknologi yang diadopsi sebelumnya. Ketika ditanya soal nilai investasi dari proyek ini, Awaluddin belum mau mengungkapkannya. "Soal investasi saya belum memiliki datanya. Pasalnya proyek ini masuk ke dalam program nasional," tandasnya.

sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2026577/pasang-internet-10-gbps-telkom-targetkan-20-juta-home-pass

Radiasi Ledakan Terbesar Oleh Sinar Gamma di Bumi Abad ke-8

ledakan-nasa-130121c.jpg 
Radiasi sinar gamma, dari ledakan terkuat di seluruh jagad raya yang pernah diketahui manusia, diduga kuat menerjang Bumi di Abad ke-8. Kesimpulan ini diambil menyusul temuan para ilmuwan pada 2012 lalu, bahwa ada bukti planet manusia ini dilanda radiasi hebat di Abad Pertengahan. Namun saat itu masih jadi perdebatan apa gerangan peristiwa kosmik yang menyebabkannya.  Kini, para ahli menemukan, diduga kuat radiasi tersebut adalah hasil dari penggabungan atau tubrukan dua lubang hitam (black hole) atau bintang-bintang neutron di galaksi kita. Tabrakan tersebut melepaskan sejumlah besar energi. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Monthly Notices milik organisasi astronom terkemuka, Royal Astronomical Society.

Bukti di Muka Bumi 
Pada 2012, tim peneliti menemukan sejumlah pohon cedar kuno di Jepang, yang memiliki level radiasi tak biasa. Dari tipe karbon yang disebut carbon-14. Bukti lain ditemukan di Antartika, ada lonjakan beryllium - 10 dalam esnya.  Isotop tersebut diduga terbentuk saat radiasi intensif menghantam atom yang terdapat di lapisan atmosfer bagian atas -- mengarah ke dugaan bahwa di suatu ketika di masa lalu, radiasi ledakan energi dari luar angkasa pernah menghantam Bumi. Menggunakan data lingkaran pohon dan inti es, para ilmuwan mampu menguak bahwa insiden ledakan atom tersebut terjadi antara tahun 774  sampai 775 Masehi.  Awalnya diduga akibat terjadinya supernova -- ledakan bintang. Namun, dugaan itu lantas ditepis. Sebab, kalau itu yang terjadi,  puing ledakan dari kejadian itu seharusnya masih bisa dilihat melalui teleskop saat ini. 
Tim lain dari Amerika Serikat baru-baru ini mempublikasikan makalah yang mengarahkan pada dugaan, jilatan api matahari (solar flare) bisa jadi menyebabkan lonjakan energi. Namun, sejumlah ilmuwan lain tak sepakat. Sebab, tak ada bukti energi lidah matahari bisa berkaitan dengan level carbon-14 dan beryllium-10. Jadi, para ilmuwan Jerman menawarkan penjelasan alternatif: sebuah ledakan mahadahsyat yang terjadi dalam Galaksi Bima Sakti. Salah satu penulis makalah, Profesor Ralph Neuhauser dari Institute of Astrophysics dari University of Jena mengatakan, "Kami melihat dalam spektrum pendek semburan sinar gamma untuk memperkirakan apakah ini akan konsisten dengan tingkat produksi karbon -14 dan beryllium-10 yang kami amati. Dan hasilnya, konsisten," kata dia seperti dimuat BBC, Senin (21/1/2013) Emisi energi besar bisa terjadi saat lubang hitam, bintang neutron, dan white dwarfs (katai mati, bentuk akhir bintang yang akan mati) bertubrukan -- peristiwa galaksi yang terjadi hanya dalam waktu sebentar, tapi memancarkan gelombang besar radiasi. "Semburan sinar gamma sangat eksplosif dan berenergi," kata Neuhauser. "Kesimpulan kami, itu terjadi pada jarak 3.000 sampai 12.000 tahun cahaya. Masih dalam galaksi kita."

Nenek Moyang Tak Merasakan 
Meski ini peristiwa dramatis, namun nenek moyang kita mungkin sama sekali tak menyadarinya. Ledakan sinar gamma yang terjadi dalam jarak tahunan cahaya, radiasinya akan diserap atmosfer -- perisai bumi. Hanya meninggalkan jejak isotop yang akhirnya diserap oleh pohon dan lapisan es. Para peneliti bahkan menduga, tak ada kilatan cahaya aneh yang mungkin membuat ngeri para nenek moyang kala itu.

Kejadian Amat Langka 
Observasi lebih jauh menembus angkasa luar menemukan, ledakan gamma adalah peristiwa langka di alam semesta. Mungkin sekali dalam 10.000 tahun. Atau dalam lingkup sebuah galaksi, mungkin sekali dalam jutaan tahun. Profesor Neuhauser mengatakan, Bumi diperkirakan tak akan mengalami insiden yang sama. Namun, kalau sampai hal itu terjadi, ia bakal memicu dampak. Jika ledakan kosmik terjadi di jarak yang sama di abad ke-8 lalu, ia bisa merusak satelit buatan manusia. Dan jika terjadi dalam jarak lebih dekat, niscaya lapisan ozon bakal rusak, yang bisa membawa efek mematikan bagi Bumi dan seluruh mahluk di dalamnya. Tapi, tenang, "hampir tak ada kemungkinan," kata Neuhauser.
Mengomentari temuan para ilmuwan Jerman, Professor Adrian Melott dari University of Kansas, AS mengatakan, meski ledakan sinar gamma mungkin menjelaskan peristiwa itu, pihaknya tetap bersikukuh jilatan api matahari adalah penyebab. "Peristiwa ledakan sinar gamma  sekitar 10.000 kali lebih kecil kemungkinannya terjadi dalam jangka waktu tersebut." (Ein)

sumber: http://news.liputan6.com/read/493251/radiasi-ledakan-terbesar-jagad-raya-terjang-bumi-di-abad-ke-8